Kamis, 12 Maret 2015

Benua yang Hilang: Kumari Kandam

Oleh Epoch Times

Benua yang Hilang: Kumari Kandam

25 Februari 2015 | Misteri Peradaban
Benua yang Hilang: Kumari Kandam
Ilustrasi
Ilustrasi
Kebanyakan orang akrab dengan kisah Atlantis, kota hilang yang legendaris, yang dikisahkan oleh filsuf Yunani kuno, Plato. Hingga saat ini, pendapat masih terbagi apakah cerita ini harus dipahami secara harfiah atau hanya diambil sebagai kisah moralitas.
Sementara itu, di Timur jauh di anak benua India juga terdapat kisah serupa. Ini adalah kisah dari “benua hilang” Lemuria, yang sering dihubungkan dengan legenda Kumari Kandam oleh penutur bahasa Tamil.
Istilah “Lemuria” memiliki asal usul pada akhir abad ke-19. Ahli geologi Inggris, Philip Sclater bingung oleh penemuan fosil lemur di Madagaskar dan India, yang tidak didapati di daratan Afrika dan Timur Tengah. Dengan demikian, dalam artikelnya pada 1864 berjudul The Mamals of Madagascar, Sclater mengusulkan agar Madagaskar dan India pernah menjadi bagian dari benua yang lebih besar, dan diberi nama daratan hilang “Lemuria”. Teori Sclater ini diterima oleh komunitas ilmiah sebagai penjelasan tentang bagaimana cara lemur bisa bermigrasi dari Madagaskar ke India atau sebaliknya pada zaman kuno. Seiring dengan munculnya konsep modern tentang benua yang tenggelam dan plat tektonik, bagaimanapun, proposisi Sclater tentang benua yang hilang itu seolah tidak akan mati, dan beberapa pihak masih percaya bahwa Lemuria adalah benua yang benar-benar ada pada masa lalu.
Salah satu pendukung gagasan tersebut adalah nasionalis Tamil. Istilah Kumari Kandam pertama kali muncul di Kanda Puranam pada abad ke-15, yaitu versi Tamil dari Kanda Puranam (teks-teks Agama Hindu). Namun, cerita tentang tanah kuno yang terendam di Samudera Hindia telah dicatat dalam banyak karya sastra Tamil sebelumnya. Menurut cerita, ada sebagian daerah yang pernah diperintah oleh raja-raja Pandiyan dan ditelan oleh laut. Ketika kisah tentang Lemuria itu menyebar pada masa kolonial India, negara itu pun memasuki periode ketika cerita rakyat mulai menyerap pengetahuan sejarah sebagai fakta. Alhasil, Lemuria pun sontak disamakan dengan Kumari Kandam.
Kisah Kumari Kandam tidak dianggap hanya sebagai sebuah cerita, tetapi tampaknya telah menjadi sarat dengan sentimen nasionalistik. Telah dinyatakan bahwa raja-raja Pandiyan dari Kumari Kandam adalah penguasa seluruh benua India, dan bahwa peradaban Tamil adalah peradaban tertua di dunia. Ketika Kumari Kandam tenggelam, para penduduknya tersebar di seluruh dunia dan mendirikan berbagai peradaban, maka terdapat klaim pula bahwa benua yang hilang itu juga merupakan tempat lahirnya peradaban manusia.
Jadi, seberapa besar kebenaran yang terdapat dalam kisah Kumari Kandam? Menurut para peneliti di Institut Kelautan Nasional India, permukaan laut lebih rendah sekitar 100 meter pada sekitar 14.500 tahun yang lalu dan 60 meter pada sekitar 10.000 tahun yang lalu. Oleh karena itu, sangat mungkin bahwa pernah eksis sebuah jembatan darat yang menghubungkan Pulau Sri Lanka ke daratan India. Seiring dengan laju pemanasan global yang meningkat antara 12.000 dan 10.000 tahun yang lalu, permukaan air laut yang naik mengakibatkan banjir periodik. Hal ini akan merendam permukiman presejarah yang terletak di sekitar daerah pesisir dataran rendah dari India dan Sri Lanka. Kisa tentang peristiwa bencana ini mungkin telah tersebar secara lisan dari satu generasi ke generasi dan akhirnya ditulis sebagai kisah Kumari Kandam.
Salah satu bukti yang digunakan untuk mendukung keberadaan Kumari Kandam adalah jembatan Adam (juga disebut jembatan Rama), sebuah rantai kapur yang terdiri dari pasir, lumpur, dan kerikil kecil yang terletak di Selat Palk yang menghubungkan daratan India ke Sri Lanka sejauh 18 mil. Strip tanah ini pernah diyakini sebagai bentukan alam, bagaimanapun, yang lain berpendapat bahwa gambar yang diambil oleh satelit NASA menggambarkan formasi tanah ini menjadi jembatan panjang rusak di bawah permukaan laut.
Keberadaan jembatan di lokasi ini juga didukung oleh legenda kuno ini. Ramayana menceritakan kisah Sinta, istri Rama, yang ditahan di Pulau Lanka. Rama memerintahkan sebuah proyek pembangunan besar-besaran untuk membangun jembatan guna mengangkut pasukannya dari Wanara menyeberangi lautan menuju ke Lanka.
Nampaknya terdapat setidaknya beberapa kebenaran dalam legenda Tamil kuno Kumari Kandam, namun seberapa banyak hal itu, masih belum dapat ditentukan.(Osc/Yant).


Sumber:
http://erabaru.net/detailpost/benua-yang-hilang-kumari-kandam

0 komentar:

Posting Komentar