Perjuangan Mengejar Matahari Terbit di Angkor Wat, Kamboja
Pemandangan sebelum matahari terbit (Asti/ detikTravel)
Siem Reap - Memotret sunrise sering
menjadi tujuan beberapa traveler mendatangi tempat wisata, tak
terkecuali di kawasan Angkor Wat, Kamboja. Ratusan wisatawan bahkan rela
menunggu sunrise muncul dari belakang Wat Angkor sejak pukul 04.00
pagi!
Pengalaman mengejar matahari terbit ini dialami detikTravel beberapa waktu silam. Tiba di kawasan Old Market, Siem Reap, Kamboja tepat tengah malam, saya langsung dijemput oleh tuk-tuk dari penginapan telah dipesan.
Supir tuk-tuk juga memberi informasi bahwa jika ingin mengunjungi Angkor Wat, sebaiknya saya jangan terlelap tidur. Menurutnya, rata-rata wisatawan asing yang ingin mengunjungi Angkor Wat telah standby di depan danau candi mulai dari pukul 04.00 waktu Kamboja.
Mengingat belum lepas lelahnya perjalanan dari Pnom Penh, saya meminta agar dijemput di depan kamar sekitar pukul 04.30 saja, dengan perkiraan tiba di tempat wisata 20-30 menit kemudian. Sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan, supir tersebut kembali mengantar saya ke candi yang terkenal karena Film Tomb Rider ini sekitar pukul 04.15 waktu setempat.
Benar saja di pagi buta, pintu jalan memasuki kawasan Angkor Wat telah macet. Puluhan tuk-tuk dan mobil travel memadati jalanan. Di pagi yang dingin itu, bahkan beberapa turis asing memacu sepedanya dari penginapan guna menghindari macet di pintu masuk.
Setelah membeli tiket untuk 1 hari seharga 20 USD, saya kembali naik tuk-tuk menuju spot incaran semua turis yang rela bangun pagi demi mendapatkan foto Candi Wat Angkor yang diterangi cahaya matahari dari belakang candi. Spot terbaik itu berada di seberang danau candi dimana banyak teratai mengapung dengan anggun di atas air.
Saat itu masih pukul 05.00, ratusan, mungkin hingga ribuan turis telah mengambil posisi masing-masing di depan danau, ada yang hanya membawa kamera poket, hingga lengkap dengan tripod dan lensa untuk memotret lanscape. Mereka bertumpukan memadati pinggiran danau semenjak hari masih gelap.
Pengalaman mengejar matahari terbit ini dialami detikTravel beberapa waktu silam. Tiba di kawasan Old Market, Siem Reap, Kamboja tepat tengah malam, saya langsung dijemput oleh tuk-tuk dari penginapan telah dipesan.
Supir tuk-tuk juga memberi informasi bahwa jika ingin mengunjungi Angkor Wat, sebaiknya saya jangan terlelap tidur. Menurutnya, rata-rata wisatawan asing yang ingin mengunjungi Angkor Wat telah standby di depan danau candi mulai dari pukul 04.00 waktu Kamboja.
Mengingat belum lepas lelahnya perjalanan dari Pnom Penh, saya meminta agar dijemput di depan kamar sekitar pukul 04.30 saja, dengan perkiraan tiba di tempat wisata 20-30 menit kemudian. Sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan, supir tersebut kembali mengantar saya ke candi yang terkenal karena Film Tomb Rider ini sekitar pukul 04.15 waktu setempat.
Benar saja di pagi buta, pintu jalan memasuki kawasan Angkor Wat telah macet. Puluhan tuk-tuk dan mobil travel memadati jalanan. Di pagi yang dingin itu, bahkan beberapa turis asing memacu sepedanya dari penginapan guna menghindari macet di pintu masuk.
Setelah membeli tiket untuk 1 hari seharga 20 USD, saya kembali naik tuk-tuk menuju spot incaran semua turis yang rela bangun pagi demi mendapatkan foto Candi Wat Angkor yang diterangi cahaya matahari dari belakang candi. Spot terbaik itu berada di seberang danau candi dimana banyak teratai mengapung dengan anggun di atas air.
Saat itu masih pukul 05.00, ratusan, mungkin hingga ribuan turis telah mengambil posisi masing-masing di depan danau, ada yang hanya membawa kamera poket, hingga lengkap dengan tripod dan lensa untuk memotret lanscape. Mereka bertumpukan memadati pinggiran danau semenjak hari masih gelap.
Sekitar 05.45 detik-detik kemunculan cahaya matahai mulai menampakan
semburatnya. Para turis yang berubah menjadi fotografer dadakan pun
bersiap dengan 'senjata' masing-masing.
Tidak lama kemudian, 'cekrak-cekrik' suara shutter kamera terdengar dimana-mana. Rupanya pemandangan candi lengkap dengan bayangannya di depan danau lah yang ditunggu-tunggu para pengunjung.
Tak heran hal ini karena cahaya matahari yang bersinar dari belakang candi Wat Angkor memberikan pemandangan magis yang membius fotografer traveler ini. Suasana sempat hening dari cuap-cuap turis, dan yang terdengar hanya suara jepretan kamera traveler.
Sekitar 1 jam perburuan sunrise itu terjadi, dan wisatawan pun bubar dari danau dan lanjut mengelilingi candi-candi yang ada di komplek Angkor Wat, hingga tiba perburuan sunset nanti pukul 16.30 waktu setempat.
Tidak lama kemudian, 'cekrak-cekrik' suara shutter kamera terdengar dimana-mana. Rupanya pemandangan candi lengkap dengan bayangannya di depan danau lah yang ditunggu-tunggu para pengunjung.
Tak heran hal ini karena cahaya matahari yang bersinar dari belakang candi Wat Angkor memberikan pemandangan magis yang membius fotografer traveler ini. Suasana sempat hening dari cuap-cuap turis, dan yang terdengar hanya suara jepretan kamera traveler.
Sekitar 1 jam perburuan sunrise itu terjadi, dan wisatawan pun bubar dari danau dan lanjut mengelilingi candi-candi yang ada di komplek Angkor Wat, hingga tiba perburuan sunset nanti pukul 16.30 waktu setempat.
Wisatawan yang bertumpukkan di tepi danau depan candi (asti/ detikTravel)
Wisatawan yang bubar setelah selesai memotret (Asti/ detikTravel)
Kemegahan candi yang membius wisatawan (Asti/ detikTravel)
Sumber:
http://travel.detik.com/read/2014/01/15/182728/2468151/1520/perjuangan-mengejar-matahari-terbit-di-angkor-wat-kamboja






0 komentar:
Posting Komentar